Hidup memang tak selamanya mulus, seringkali masalah datang
silih berganti. Tak kenal kapan dan dimana masalah datang secara tiba – tiba.
Begitupun dengan keadaan saya saat ini, em... sekitar 10 hari menjelang hari
ulang tahun saya yang ke 22 masalah datang secara serentak. Mereka seakan tak
mau mengantri untuk datang satu persatu. Mulai dari masalah dalam bisnis yang
berdampak pada keuangan, asmara yang berdampak pada terganggunya konsestrasi, sampai
persoalan keluarga, dari persoalan kecil hingga persoalan sakitnya si bapak
yang tak kunjung sembuh. Belum semuanya terselesaikan menyusul masalah baru
Handphone saya hilang, entah ketinggalan di tempat orang atau jatuh di jalan.
Masalah dalam bisnis, masalah di awal tahun ini dalam bidang
bisnis saya teringat pada maslah diawal tahun lalu. Di januari 2012 saya dengan
bangganya memiliki alat – alat yang sedang dalam kondisi prima, namun sayang
waktu itu sepiiiiii sekali job yang masuk. Diawal – awal bulan hingga akhir
pesanan yang masuk dapat dihitung jari, namun walau begitu saya tetap semangat.
Saya anggap ini adalah proses, bulan depan dan bulan – bulan berikutnya pasti
akan lebih baik lagi.
Nah, Ditahun ini rupanya Allah hanya sedikit membalikan
keadaan dari tahun yang kemarin. Kalau tahun yang kemarin Alat Prima tapi
pesanan sepi, tahun ini pesanan menumpuk tapi alat cetak pada mogok semua. Cuma
di balik kan?tapi masalah yang ini lumayan bikin saya pusing, dan rasa optimis
yang ada di tahun lalu, seakan hilang di tahun ini. soalnya ini pertaruhan nama
baik yang sudah saya bangun sejak 2 tahun silam. Saya tak ingin semuanya hancur
gara – gara masalah ini, saya tak ingin membuat pelanggan – pelanggan saya
kecewa karena hal ini. Banyak cara dan jalan yang sudah saya tempuh, mulai cari
– cari mesin printer yang bekas dan murah, samapai coba membeli yang bagus dan
baru dengan cara kredit. Namun semuanya gagal. Tak satu pun usaha saya untuk
mendapatkan mesin cetak itu ada yang
berhasil. Setiap saat dalam hati saya selalu menggerutu “ya tuhanku...segala
cara telah aku tempuh, sebisa yang aku bisa telah saya coba, tapi kenapa kau
gagalkan semuanya?...saya tetap sadari, mungkin kegagalan ini jalan terbaik
dari mu buatku. Tapi aku ingin kembali bangkit..ayolah...tunjukan jalan mana
yang harus aku tempuh...” dan itu tetap terjadi hingga beberapa hari. Bahkan dalam
hari – hari itu saya sering baca – baca biografi orang sukses seperti chairul
tanjung, bob sudino, harry tanoesudibjo, dan lainnya. Saya berharap ada orang
yang dulunya lebih menderita dari saya tapi saat ini dia sudah sukses dengan
mega perusahaanya. Iya...untuk sekedar sebagai motivasi aja.
Pada hari minggu, 27 januari 2013 disaat saya betul – betul sedang
down, pikiran sedang kacau ngga karuan, tiba – tiba saya ingat dengan teman
dekat saya namanya Yaya Masria. Dia teman waktu sekolah di MTs dulu, Cuma dulu
waktu sekolah kami kurang dekat dan baru dekat baru - baru ini. Saya ingat
kalau dia memiliki printer baru, saya pikir kenapa gak kerjasama aja sama dia.
Saya yang punya tempat, saya punya alat – alat, pemasaran dan kinerja saya dan
dia punya printernya. Kan bisa tuh kalau misal kerja sama kita bagi – bagi
hasil secara presentase..
Yah...malamnya segera saya kerumahnya dan membicarakan hal
ini, di depan pintu rumahnya saya sempat berdo’a “Ya Allah,,,ini mungkin cara
terakhir yang bisa saya lakukan untuk keluar dari masalah..tolonglah... jangan
kau biarkan usaha yang saya bangun berhenti begitu saja..” Setelah saya yakin,
saya ketuk pintu dan alhamdulilah ternyata dia ada dirumah. Kita ngbrol kesana
kemari, hingga mulailah saya bicarakan maksud saya untuk kerjasama. Saya ceritakan
dari permasalah saya hingga bagaimana pembagian fee atau presntase buatnya. Entah karena kasihan atau memang tawaran saya
yang mungkin menguntungkan dia langsung saja mengiyakan ajakan saya untuk
kerjasama.
Setelah mendengar keputusanya, sedikit lega hati saya. Pikiran
saya aga sedikit ringan, dan mudah – mudahan ini jalan yang Allah berikan pada
saya untuk bangkit kembali, Semoga...
Nah itu dalam bisnis, sekarang masalah dalam hal asmara atau
cinta. Ternyata maslah cinta tak bisa dianggap sepele juga, karena jujur saja
karena cinta ini semangat hidup saya nyaris terkuras habis. Saya seakan tak
ingin berjalan bersama waktu. Saya hanya ingin terdiam di satu waktu dan akan
berjalan kembali setelah cinta itu ada. Tapi itu tak mungkin kan? Jujur saya
saat ini sedang jatuh cinta kepada katakan lah dia adalah teman 1 hoby. Yaitu hobi
fotografi.saya sebagai fotografernya dan dia sebagai modelnya. Dalam 2 bulan
terakhir ini kita sering jalan bareng, cari tempat bagus untuk dijadikan lokasi
hunting. Entah itu sebuah kewajaran atau sebuah kesalahan, lama kelamaan saya
jadi jatuh cinta sama dia. Kesalahan karena saya tidak dapat menjaga
profesionalisme. Di tambah lagi di sering cerita sama saya kalau dia suka sama
si ini, dengan si A lah bahkan yang terakhir saya tau dia sudah punya pacar.
Sejujurnya Hancur saat itu hati saya, namun saya coba untuk tersenyum
dihadapanya. Seakan – seakan saya tak punya hati padanya.
Tak lama kemudian, kemarin saya tau kabar darinya langsung
kalau hubungannya sudah mulai goyah, dalam hati saya seneng sie sebenernya..
karena kalau diia putus, berarti peluang saya kembali terbuka. Tapi baru saja
semangat itu muncul lagi di suatu perjalanan menuju kampusnya dia bilang sama
saya “saya kapok sama cowo, saya gak bisa percaya sama cowo, untuk saat ini
deket mah ok dengan siapapun, tapi kalau misal mau mengarah ke hubungan –
hubungan gitu.. nanti aja dulu deh.. saya sekarang mah males.” Kurang lebih itu
yang dia katakan.. otomatis itu membuat nyali saya ciutttt kembali.
Sampai tulisan ini dibuat saya masih bingung apakah misi
saya untuk mendapatkanya lanjut atau tidak, tapi yang jelas sampai saat ini
saya masih cinta dan sayang sama dia. Andai ada jalan walaupun sempit, atau
untuk mendaptakanya saya harus naik gunung dan menyebrangi samudra pun pasti
akan saya lakukan. Dan saya ingin coba
bilang I love you... :-D semoga ada ya jalanya, amin... J dan yang lebih penting dia
menerima cinta saya, amiiiinnnn...aminnnnn... amiiiinnnn....’
Nah itu baru masalah internal diri saya, yang cukup jadi
beban dalam pikiran saya ada juga maslah keluarga, tapi mungkin untuk masalah
keluarga tak akan saya ceritakan semua. Cuma sakitnya si bapak aja yang akan
saya ceritakan disini, soalnya kalau saya ceritakan maslahnya terlalu rumit dan
kompelks bangket. Takutnya yang baca tulisan ini malah ikutan stereesss lagi,
hehehe....
Penyakit lama yang sering sekali kambuh pada bapak saya,
walaupun bukan pertama kali ya beliau seperti ini, tapi tetap itu mengundang
kehwatiran. Sebagai anaknya saya juga stres bukan main kalau lihat penyakit
bapak saya kambuh. Beliau sering mengeluh pusing, bahkan nyaris tak bisa
berjalan saking pusingnya. Sebetulnya melihat kondisi itu saya ingin nangis,
tapi...saya tak mau melakukanya. Karena mungkin hal itu tak akan membuat
kondisi menjadi lebih baik. Yang saya lakukan hanya bantu merawat dan selalu
mendo’akanya. Semoga bapak saya bisa sembuh dan pulih kembali 100% tanpa harus
kambuh lagi di masa yang akan datang. “Ya Allah...sungguh saat ini saya baru
bisa merepotkanya dan membuatnya susah, saya belum sempat untuk membahagiakanya
Ya allah.. maka berikanlah kesahatan pada beliau, berikanlah waktu padaku untuk
dapat membahagiakan ibu dan bapaku ya Allah...panjangkanlah umurnya dan
muliakanlah hidupnya ya allah...amin”
Dan akhirnya...belum semuanya selesai, hanphone saya satu –
satunya pergi meninggalkan saya. Dan itu membuat hidup saya sepi, saya seperti
tak memiliki teman. Karena mungkin dari handpone itulah saya bisa komunikasi terjalin
dengan baik dengan teman – teman, relasi, dan calon pacar saya itu.
Rumit memang, bikin pusing iya, tapi saya tak bisa untuk
menyesalinya. Saya harus segera bangkit. Saya selalu percaya setelah malam yang
gelap, akan datang pagi yang cerah. Dan saya berharap semoga saat ini saya
sedang berada di waktu shubuh. Yang dimana diwaktu itu saya bisa bangun dan menanti
kedatangan pagi yang tak lama lagi akan datang.. amin..
Semoga... sekelumit masalah yang terjadi diawal tahun 2013
dan diakhir usia saya yang ke 21 merupakan sebuah jamu, pahit rasanya tapi
bikin badan sehat. Dan semoga besok saya bisa bangkit dan keluar dari segala
maslah yang ada.amin...
Semoga...







0 komentar:
Posting Komentar