SANGGAR KENTJANA featuring DATASCRIP Indonesia ( CANON ) present : BEDAH KAMERA, @ KERATON KASEPUHAN, SUNDAY, APRIL 28th 2013, 08:00 - end, FREE of CHARGE but LIMITED SEAT !!! BE THERE ... for further information : DUDY SAHBUDI 316664C6 / 0857.2442.9999'

Status 'ku

....Saat ini saya seperti bukan orang Hidup..
Yang bisa saya lakukan hanya diam, entah itu sedang berfikir atau malah melamun... @yogiyuwono

Selasa, 24 Mei 2011

Ke Jepang.... Why Not???

Orang tua memang selalu meninginkan yang terbaik untuk anaknya, bagaimanapun kita, seperti apapun kita, tetap masa depan yang cerah lah yang mereka harapkan dari kita. Dan itu lah alasan kenapa orang tua ku menyuruh ke Jepang. Sebetulnya jalan menuju sukses tidak lah harus ke jepang, banyak cara dan banyak jalan menuju sukses, namun dalam hidup ini saya selalu percaya " Apa yang dikatakan orang tua ku, salama itu halal, dan aku mampu, itu adalah jalan yang terbaik buatku,"

Hari itu hari jumat di bulan desember tahun 2010, pada pukul 04.00 Wib. tiba - tiba HP ku bersuara, dan kulihat ternyata yang memanggil adalah orang tua ku, sontak saja bibir ini langsung tersenyum sebagai tanda bahagia, karena orang tua ku telepon. tanpa banyak basa basi aku langsung angkat teleponya.
"Halo mah..." kata ku
"pep nuju naon ?(Pep lagi apa?)" jawab ibu ku *sebagai informasi : "Pep" itu kepanjangan dari "Apep" dan itu adalah panggilanku dikeluarga.
"Nuju calik wae mah, mamah nuju naon?(Lagi duduk aja mah, Mamah lagi apa?)" aku
"nuju ningali tv (Lagi nonton TV)" Ibu ku
"Nya aya naon mah nelepon(ada apa mah telepon?) tanya ku
"ie pep bapa bade nyaur (ini pep bapa mau bicara)" Jawab ibuku
dan setelah itu bapaku bicara panjang lebar, yang ternyata initi dari permbicaraan itu adalah bapaku memberi saran kepadaku untuk kerja di Korea. Katanya supaya lebih memiliki pengalaman dan ilmu yang lebih kalau kerja disana, terus dari segi financial akan jaul lebih besar yang bisa saya dapatkan disana kalau dibandingkan dengan kerja saya di Solo.

Kaget saya mendengarnya, bingung mau gimana ini... lagi enak - enak nya disolo malah di suruh pulang, terus harus ke korea lagi. wah... beberapa hari saya ga bisa berfikir jernih. Makan ga nafsu, tidur susah, kerja juga aga sedikit terganggu. :-(


Awalnya memang sangat keberatan dengan hal ini, walau memang saya sudah bisa dibilang biasa jauh dari orang tua, karena selama ini saya kerja di Solo - Jawa Tengah. tapi tetap saja perasaan takut selalu ada.toh... di Solo saja saya sering sekali ingin pulang, malah hampir setiap hari saya telepon orang tua saya. apa lagi kalau saya di korea.. Mungkin telepon susah, pengen pulang ga mungkin, temen ga punya, mau ngapa2in susah, wah pokoknya ogah banget lah terbang kesana. Tapi, berhubung ini adalah saran orang tua, akhirnya tetap saja saya mudik ke cikijing dan menerima tawaran ke Korea.

Sesampai di cikijing, tidak pakai lama saya langsung di ajak ke orang yang nyaranin bapak saya untuk nyuruh saya kerja di korea,saya penasaran siapa sih dalang dari semua ini. Dan ternyata... orang itu adalah saudara saya sendiri yang memang anaknya kerja disana.setalah ngbrol panjang lebar kesana kemari, pada akhirnya saya disuruh nunggu dulu kedatangan anaknya dari korea, yang kalau ga salah sekitar 12 harian saya menunggu dia datang.

Hari kehadiran dia pun tiba, selang beberapa hari dari kedatangan dia, saya dan bapak saya langsung ke rumah nya mau membicarakan hal yang sudah direncanakan, yaitu kerja ke korea. dan rupanya hasil dari pembicaraan itu si anak nya menyatakan kalau keberangkatan ke Korea itu harus melalui tes, dan tes nya diadakan sekitar 1 tahun sekali, dan kebetulan untuk tahun 2011 tesnya udah dilaksanakan, otomatis dong saya harus nunggu 1 tahun lagi untung mengikuti tes ke korea, Syukurlah... saya ga jadi teman - teman ke koreanya., hahahaha...

Namun sayang teman, setelah jalan ke Korea terputus ternyata muncul lah jalan menuju negara sakura, berita itu datang dari tetangga saya, kebetulan dia salah satu sales dari yayasan yang bergerak di bidang pelatihan budaya dan bahasa jepang, yang nantinya setiap peserta yang masuk ke yayasan tersebut akan di daftarkan sebagai calon magang ke jepang melalui DISNAKERTRANS.

Otomatis deh, tanpa banya negosiasi lagi saya langsung masuk kesana, mulai dari sini saya jaga kesehatan, olahraga rajin, mulai dari lari, push up, site up sampai angkat besi pokonya semua saya lakonin, karena konon katanya salah satu tes nya itu adalah tes fisik, so... saya harus benar - benar berlatih.

Bukan hanya latihan fisik, bahasa dan budaya pun saya pelajari, beberapa buku tebel saya kuasai. walau sebetulnya susah, ya harus bagaimana lagi, inilah salah satu jalan untuk pergi ke jepang dan menjadi milioner sepulang dari sana, amiiiinnn......

Dua bulan saya konsen belajar bahasa dan budaya, hingga tibalah waktu nya tes ke jepang. Saat itu yang satu yayasan sama saya ada 3 orang, dan tau ngga saya teman - teman saya ini sudah belajar bahasa dan mempersiapkan semuanya hampir satu tahun, sedangkan saya hanya 2 bulan, karena itulah guru saya memberi gelar saya sebagai peserta ternekat. Katanya kalau saya bisa lulus, itu adalah keajaiban, huh... menghina nih pa guru... lihat saja nanti pas waktunya.. :-D

Bulan april kalau ga salah, tes itu digelar di Bandung selama 4 hari, hari pertama tes kesemaptaan, hari kedua tes matematika, ke 3 tes fisik dan ke 4 tes wawancara.

Hari pertama nih, keteganagan sudah mulai terasa, lumayan banyak peserta yang gugur untungnya saya dapat no urut ke 215an, so..saya bisa tanya - tanya dulu diapain saja didalam. Menurut info yang saya dapat, katanya di dalam kita di suruh buka baju, tes awalnya di lihat berat badan dan tinggi badan, katanya berat badan minimal 50kg, dan tinggi badan 160cm. Wah...celaka nih... terakhir saya di timbang, berat badan saya hanya 49kg, kurang satu kg teman - teman :-( bakal ngga lulus nih... Tapi...ternyata Allah selalu memberikan jalan kepada saya, beberapa menit menjelang saya tes saya di beri saran sama ibu - ibu yang kerja di DEPNAKERTRANS, katanya banyakin minum aja, 1 atau 2 botol dan usahakan jangan dulu buang air kecil, gitu katanya. untuk kebaikan langsung saja saya turutin saranya, dan ternyata..... dalam tes itu saya dinyatakan tidak..... tidak,,,, tidak di gugurkan dan dapat melanjutkan ke tes berikutnya., hahaha..... "Alhamdu,,,,Liliah...."

Masuk kehari ke-2 tes Matematika, Kalau dihari ini saya sudah gak khawatir lagi, maaf lho bukan sombong, masalahnya yang di tes nya itu soalnya bukan yang ribet - ribet, cuma tambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian, kalau ga salah untuk mengerjakan soal 30 atau 40an itu di kasih waktu 15 menit. Terus yang bikin aku lebih PD, aku sudah di bekali trik - trik berhitung cepat, so... gak ada masalah toh???santai aja ;-)

Waktu untuk beraksi pun tiba, 15 orang masuk ke ruangan termasuk saya dan duduk 1 bangku 1 orang, aku masih santai aja, toh soal nya juga gampang, jangankan 1 bangku 1 orang jaraknya aga jauhan, 1 orang dalam satu ruangan pun aku berani., hehheee  (Bercanda). Soal di mulai di bagikan, dan aku intip sedikit rupanya memang betul soalnya gampang - gampang :-D hahay... asik - asik,, jadi ga sabar pengen cepet mulai.

Setelah beberapa pengarahan, akhirnya dimulai nih ngerjain soal dalam waktu 15 menit., di awal alhamdulilah aku PD aja, pas ngerjain soal ke 7, tiba - tiba pengawas sudah bilang "waktu sudah 5 menit, tinggal 10 menit lagi"... waaaahh... mulai panik saya, pa lagi kesininya mah pengurangan, pembagian dan perkalian. seiring dengan  itu otak mendadak blenk... trik - trik cepat berhitung lenyap seketika, betul - betul mulai kaku saat itu... rasanya perjuangan kan berakhir dan pengumuman keguguran ku akan di umumkan beberapa menit lagi,, di saat otak betul - betul ngblank, hati ini hanya bisa berdo'a "Ya Allah berikan saya kekuatan dan kecerdasan untuk mengerjakan semua soal - soal ini, Ya Allah Please... please Ya Allah " dan tiba - tiba... aku mendadak ga bisa berhitung, :-(... sang pengawas berkata lagi "waktu tinggal 7 menit lagi", mulai merinding dan pasrah diri ku ini, kali ini saya betul - betul akan ikhlas kalau memang akan gugur oleh soal - soal anak SD. namun ternyata, disaat diri ini mulai tenang, sedikit demi sedikit otak bisa di ajak kerja kembali, walau trik cepat 100% lupa saat itu, saya gunakan cara berhitung lama, walau memang lebih memakan banyak waktu, tetap saya mencoba berhitung dan berharap ada keajaiban. Dan ternyata.... seperti dalam mimpi saya dapat menyelesaikan semuanya tepat waktu dan insyaalllah hasilnya memuaskan. Walau sebetulnya saat itu belum ada pengumuman saya lulus atau tidak, tapi rasanya saya sudah bahagia saja, sesekali saya cubit tangan dan pipi saya karena saya takut ini hanya mimpi, tapi alhamdulilah ini kenyataan dan yang lebih membahagiakan nya lagi saya dapat melanjutkan ke tes berikutnya. "Alhamdulilah..."


Dihari ke tiga masuk ke tes fisik, kali ini aga berbeda dengan tes sebelumnya, karena tes ini di laksanakan di lapangan, tepatnya di lapangan Sabuga, bandung. kalau tes yang lainya dilaksanakan di DISNAKERTANS bandung. dikarenakan lokasi lapangan sabuga cukup jauh dari tempat saya menginap, dan katanya kalau naik angkot lumayan rumit, hari itu saya di anterin sama saudara, kebetulan selama di bandung saya numpang di kosan saudaya saya yang lagi kuliah, di tambah lagi dia ada motor jadi bisa deh nganterin saya ke sabuga. Namun sayang ternyata, kesialan saya datang lebih cepat, mendadak motor kehabisan bensin, akhirnya sebelum sampai lapangan pemanasan dulu nih kaki dorong motor sampai pom bensin. Setelah di isi bensin, perjalanan saya alhamdulilah selamat sentosa sampai tujuan.

Sesampai dilapangan kali ini sudah mulai tegang, karena ternyata lapangan nya lumayan luas juga, sedangkan persyaratan untuk lulus itu harus lari 3km dalam waktu 15 menit, kalau di hiting putaran, sekitar 7,5 kali putaran lapangan sabuga. waaah.... sudah mulai ga PD nih., apa lagi dalam tes kali ini betul - betul banyak yang gugur, malah ada beberapa yang pinsan karena kelelahan. aku kuat ndak ya... :-(

Sambil menunggu giliran, saya bercanda - canda sama temen - temen, tujuanya supaya bisa menghilangkan rasa takut dan bisa menumbuhkan rasa percaya diri kembali, namun ternyata bercanda terus membuat waktu berputar begitu cepat, hingga tiba lah saat nya aku untuk berlari. Setelah ada beberapa penjelasan, petugas sudah mulai memberikan aba - aba, rasa ragu, cemas, takut, sepertinya bersatu untuk menghancurkan rasa percaya diri ini. hingga pluit di tiup, langsung aku berlari, di putaran pertama dan ke dua saya bisa lewati dengan mudah. tapi... diputaran ke 3, walah....kaki kaya membengkak, berat banget rasanya, tengok kanan dan kiri, sepertinya teman - teman juga merasakan sama seperti ku, terbukti mereka memperlambat tempo kecepatan mereka, aku pun mulai menurunkan keceptan. Diputaran ke 5, bukan rasa berat di kaki yang saya rasakan, justru saya merasa melayang, kaki ini sepertinya sudah tidak nempel ditanah lagi, susah baget untuk berlari lebih cepat. beberapa teman pun sudah mulai berjatuhan, mereka gugur di tengah jalan. memasuki putaran ke 6 dan ke 7 hati mulai berdebar, rasanya pengen segera sampai finis, apa pun hasilnya. dah ternyata tinggal seperempat putaran lagi, peluit tanda waktu habis sudah berbunyi dan itu mengisyaratkan  bahwa saya gagal terbang ke jepang. walau memang hanya terlambat beberapa detik, namun rupanya orang jepang begitu disiplin, hingga tidak memberikan kelonggaran sedikitpun. walu berat memang ini lah kenyataannya, saya gagal dan gugur di lalapangan sabuga bandung. Impian terbang ke negara sakura, harus terhenti di kota kembang, tak banyak yang bisa saya sampaikan, selain legowo dan menerima kenyataan.

Hujan turun kala itu, seakan langit pun menyampaikan rasa duka nya kepada saya, rasa tak percaya dan rasa malu berbaur menjadi satu, hingga membuat diri ini tak mampu menyampaikan berita mengecewakan ini kepada orang tua. Terbayang dalam pikiran bagaimana kekecewaan ibu bapaku jika tau kalau anak yang mereka banggakan ternyata tak mampu mengalahkan luasnya lapangan sabuga.

Rasa bersalah kepada kedua orang tua menyelimuti hati dan pikiranku, karena bukan hanya dukungan moral dan harapan yang begitu besar yang mereka berikan, tapi dukungan dari segi materi pun sudah terlalu banyak di korbankan, dari mulai pendafaran, medical check up, pelatiha, hingga tes sudah tak terhitung jumlah rupiah yang dihabiskan. Namun ternyata, kasih sayang orang tua tak akan kalah oleh apa pun, walau kabar pahit ini susah untuk diterima, tapi ibu ku begitu tenang berkata melalui telepon. "tos pep te nanaon, da urang mah eta mah nyobian sugan lulus, nya ayena te lulus mah, wios da eta meren nu terbaik kanggo apep, sing sabar, sadaya anu tos di lakuken mah eta mah etang - etang pangalaman, pami masih hoyong mah, taun payun oge tiasa nyobian dei, tos wios sing sabar wae(udah ngga apa - apa pep, itu mah kan cuma nyoba, siapa tau aja lulus, ya sekarang kenyataannya ga lulus udah ngga apa - apa mungkin itu adalah yang terbaik buat apep, yang sabar .semua yang sudah di laksanakan, itu mah itung - itung pengalaman, kalau masih mau coba, tahun depan pun bisa coba lagi, udah yang sabar saja)" Kata  ibu ku sesaat setelah aku kabari dia tentang kegagalanku lewat pesan singkat.

0 komentar:

Posting Komentar